Sebelumnya gue mau ngasih brief ringan tentang bagaimana kita akan mengerjakan project ini dan apa yang diharapkan disisi non-teknikal

proses

asyncronous + flexible

Mungkin sebelumnya ada yang belum pernah bagaimana cara bekerja di lingkungan tim remote/distributed. Bila biasanya datang ke kantor, bahas sprint & backlog, retrospective dll secara bertatap muka, disini kita tidak melakukan itu.

Gue tidak menjanjikan apa-apa disini selain pengalaman. Lu bebas mau mengerjakan kapan, yang mana, dan sebagainya. No deadline. No limitation.

Deadline kills innovation.

Gue rasa deliver quality over quantity adalah pilihan yang paling bijak daripada harus dipaksa menyelesaikan sesuatu karena tenggat waktu, bukan karena memang sudah waktunya. Dan intinya, semakin kita cepat melakukan sesuatu, berarti kita semakin efektif & efisien.

Namun sebenarnya yang penting bukan seberapa cepat kita mengerjakan/menyelesaikan sesuatu, namun seberapa cepat kita bisa berinovasi; menyelesaikan masalah, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan berfikir, bukan hanya tentang menegetik.

We produce high quality software, not high quantity software, okay?

freedom but principled

“Kebebasan” menciptakan inovasi yang tak terbatas. Namun hal yang paling penting dari kebebasan adalah prinsip. Tidak ada bebas sebebas-bebasnya-bebas. Bagaimanapun, kita harus memiliki prinsip.

Maksudnya, alasan kebebasan yang kita pilih harus sesuai dengan apa yang kita prinsipkan. Kita harus bisa mengatur diri sendiri, bukan diatur oleh diri kita sendiri. Kita harus bisa menjawab akan pertanyaan seperti “Kenapa X tidak Y” yang mana pertanyaan tersebut menggambarkan sebuah kebebasan (memilih X bukan Y) dan kita mengetahui alasan dibalik apa yang kita pilih tersebut.

Mengapa React bukan Vue? Mengapa 1 hari bukan 3 hari? Dsb. Kita bebas menentukan sesuatu, sesuai apa yang kita prinsipikan. Baik karena memiliki prinsip efektifitas; Efisiensi, dan lain sebagainya.

you should having fun

Kalau lu merasa melakukan sesuatu seperti menjadi beban, it means I’ve failed. You are very welcome to step out kalau lu merasa melakukan hal-hal yang ada disini seperti beban. Bukan malah wadah untuk bersenang-senang dan belajar.

Tapi, kalau lu merasa bisa “mem-fix” alasan dibalik kenapa menjadi beban tersebut––baik faktor internal ataupun eksternal––you are very welcome too. Intinya, do what you love, not what I love. Okay?

yang diharapkan

self-driven

Berdasarkan dari pengalaman sebelumnya ngelead frontend di kantor lama––meskipun cuma sekitaran lead 3 orang––teknik yang efektif digunakan adalah non-micromanage (and everybody like this too I guess). Selain karena gue sudah hampir mengetahui sifat dan cara mereka bekerja juga karena gue sudah mengetahui aktifitas mereka sehari-sehari di kantor bagaimana.

Disini mungkin gue akan menerapkan hal yang sama juga. Because I trust you all, and I am only invite awesome & smart people. And it’s you.

Hal paling utama dari tim remote adalah trust, yang maksudnya, proses pengembangan nanti benar-benar kalian yang drive. Fitur apa yang akan dibuat, siapa yang akan mengerjakannya, dll berdasarkan tech stack yang sudah disepakati bersama––secara sepihak oleh gue, actually for now––dan spesifikasi yang sudah dijelaskan di high-level view tentang aplikasi yang akan kita kembangkan. Silahkan bisa baca ulang disini.

Agar apa?

Agar kita berani mengambil keputusan.

Gue mau setiap orang berani mengambil keputusan, enggak one man show. Berani bertindak, berani men-suarakan pendapat & pemikirannya.

teamwork

Kerja sama bukanlah kita bekerja bareng-bareng. Melainkan, kita melakukan pekerjaan secara bersama. Bila bingung, silahkan analogikan dengan kerja kelompok a.k.a kerkom. Kerja bareng-bareng adalah si A ngerjain X, si B ngerjain Y, si C ngerjain Z, yaa dengan bareng-bareng. Sedangkan kerja sama adalah Si A ngerjain X, si B membantunya bila A butuh bantuan. Atau ketika si C sudah benar-benar stuck, lalu si A dan B bareng-bareng dengan C menyelesaikan masalah bersama.

Bukan melakukan hal berbeda bersama-sama, tapi melakukan hal secara bersamaan. Tujuannya agar bisa saling bertukar fikiran, saling belajar sesuatu yang baru, dan meng-eksplor hal yang sebelumnya belum terfikirkan. Dan tentunya, tanpa mengganggu baik tanggung jawab kita maupun tanggung jawab orang lain tersebut.

kill the imposter syndrome

Gak usah merasa minder, apalagi takut. Minder hanya untuk pecundang dan takut hanyalah sebuah rasa. Apa yang kalian fikirkan tentang apa yang diketahui oleh orang lain, tidak selalu sesuai dengan yang sebenarnya terjadi.

Daripada memikirkan apakah orang lain lebih pintar dari kita? Lebih bodoh dari kita? Dsb, mending kita fokus ke pengembangan diri kita. Bagaimana kita menulis kode yang lebih rapih, lebih efisien, lebih efektif, dsb.

Lu pada harus sombong dengan apa yang lu ketahui, tanpa merendahkan apa yang orang lain tidak ketahui serta tanpa membunuh keinginan untuk terus belajar. Maksud sombong disini adalah lu keluarin apa yang lu ketahui, bukan memendamnya hanya untuk diri lu sendiri.

this is ours, not mine

Ini bukan project evilfactory, apalagi project gue, melainkan project lu pada. Lu yang menentukan bagus/buruknya project ini, reliable & stable nya project ini, dsb. klo ada yang nanya “ini nadya.app siapa yang buat?”, yaa jawabannya adalah “oh, itu gue sama tim”. Bukan “oh itu evilfactory, bang”.

Jadi, penilaian orang lain akan project ini yang menentukan adalah lu pada. Kalau hasilnya bagus, lu harusnya bangga, tanpa merasa tinggi. Kalau kurang bagus, yaa lu pada yang harus membuatnya menjadi lebih bagus lagi.

Dan tentunya, gue enggak “handoff” begitu saja. We are walking together guys.


Issue-issue yang udah gue buat disini sebagai gambaran akan bagaimana workflow kita nanti. Nantinya, lu harus berani membuat issue sendiri, baik untuk diskusi tentang teknikal seputar nadya.app, reproduce bug, suggest feature, dsb.

Dan lu harus berani assign diri lu sendiri ataupun orang lain, sekaligus memiliki jawaban akan “kenapa issue ini harus di assign ke gue ataupun orang lain”.

Kalau untuk diskusi seputar team, gue rasa bikin discussion disini lebih efektif daripada di GitHub Issue karena Issue biasanya hanya seputar repository tersebut.

Yowis gitu dulu briefing kita hari ini, gue bukan motivator cuma tukang ngetik. Kalau ada apa-apa, please please please tell it, okay? Gue suka dengan transparansi, dan gue rasa semua orang juga suka. Selagi tidak menyinggung privasi ataupun menyinggung perasaan orang lain. Kecuali ke gue, gue sih gak ada masalah. Bisa di forum publik, atau 1:1 private dengan gue.

Thank you guys.

The remaining content of your post.